Ceftazidime Obat Apa | Dosis – Efek Samping – Indikasi

Obat CeftazidimeCeftazidime Adalah :

Tipe Produk : GENERIK
Kelas Produk : Antibiotics
Kategori Produk : Cephalosporins

Indikasi Ceftazidime :

Untuk infeksi-infeksi berat yang disebabkan oleh organisme yang peka terhadap Ceftazidime :

  • Septikaemia
  • Bakteriemia
  • Meningitis
  • Pneumonia
  • Bronkopneumonia
  • Pleuritis
  • Empiema
  • Abses paru
  • Pielonefritis akut dan kronik
  • Pielitis
  • Prostatitis
  • Kolesistitis
  • Kolangitis
  • Peritonitis
  • Abses intra abdominal
  • Penyakit inflamasi panggul
  • Osteomielitis
  • Osteitis
  • Artritis septik
  • Abses ginjal
  • Selulitis
  • Infeksi luka bakar.

Dosis Ceftazidime :

1. Dewasa : 1- 6 gram/hari, dalam 2 – 3 dosis terbagi.

2. Bayi > 2 bulan dan anak-anak : 30 – 100 mg/kg BB/hari, dalam 2 – 3 dosis terbagi.

3. Neonatus dan bayi < 2 bulan : 25 – 60 mg/kg BB/hari, dalam 2 dosis terbagi.

Besarnya dosis dapat disesuaikan dengan jenis infeksi, derajat infeksi, usia, berat badan, dan fungsi ginjal dari penderita.

Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal, dosis dapat disesuaikan dengan cara menurunkan dosis dan atau dengan memperpanjang interval pemberian obat.

Peringatan & Perhatian :

  • Jika reaksi alergi terhadap Ceftazidime, obat harus dihentikan.
  • Pemberian pada wanita hamil dan menyusui harus mempertimbangkan rasio manfaat dan resiko.
  • Penggunaan dosis tinggi harus diberikan dengan hati-hati pada penderita yang mendapat pengobatan bersama-sama dengan obat nefrotoksik (aminoglikosida), diuretik kuat karena dapat mempengaruhi fungsi renal.

Kemasan & No. Reg Ceftazidime :

1. Ceftazidime 1 gram injeksi ( 1 box berisi 2 vial serbuk injeksi @ 10 mL)

No. Reg. : GKL0208505244A1

Penyimpanan :

Simpan pada suhu < 25° C, lindungi dari cahaya.

Obat yang sudah dilarutkan sebaiknya segera digunakan.

Larutan ini boleh disimpan maksimum 8 jam pada suhu < 25° C atau 7 hari di dalam lemari es.

Kelebihan Ceftazidime :

Ceftazidime aktif terhadap :

  • Bakteri gram negatif (termasuk Pseudomonas aeruginosa)
  • Bakteri gram positif (termasuk Staphylococcus aureus),
  • Anaerob (Peptococcus sp., Peptostreptococcus sp., Propionibacterium sp., Clostridium sp.).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *